Diary of New Zealand Landscape Photographic Journey

Hari-hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Saya kembali lagi ke negeri impian ini, yang pernah ditinggalkan namun kenangannya tidak pernah dilupakan. Dulunya saya dan keluarga tinggal hampir tujuh tahun lamanya di New Zealand karena istri mengambil sekolah S3. Si kecil yang waktu itu berumur tiga tahun juga turut serta, malahan ada tambahan bayi lahir sewaktu kami masih disana.

Kali ini saya berangkat tanpa keluarga sehingga muncul perasaan sedih karena kami sekeluarga selalu menjelajahi negeri ini bersama, namun ada perasaan senang karena saya akan melakukan perjalanan yang dimpi-impikan, “Landscape Photographic Journey” selama kurang lebih delapan hari di negeri Lord of the Ring dan the Hobbit. Naik turun gunung, menyeberangi sungai dan juga danau untuk menggapai  tempat-tempat yang indah.

Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Tiket pesawat sudah di tangan, penginapan dan sewa mobil sudah di pesan alias di booking. Tempat-tempat yang akan didatangi juga sudah di simpan rapi dalam gawai (gadget) supaya lebih terorganinir, begitu tiba langsung diaktifkan  agar bisa meluncur ke sasaran. Kamera beserta teman-temannya sudah masuk kedalam ransel.

Setiap harinya, selama delapan hari kedepan saya akan menulis pengalaman ini. Berbagi pengalaman dan juga tempat-tempat yang bisa anda datangi di masa mendatang. Bismillah, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar.

LAPORAN LANGSUNG HARI PERTAMA, HORE…. AKHIRNYA TIBA DENGAN SELAMAT DI QUEENSTOWN.

Pelajaran pertama dalam hidup harus jujur dan sebisa mungkin jangan lupa. Nah, karena saya lupa declare alias menyatakan barang yang saya bawa, urusannya jadi panjang. Diinterview oleh petugas custom (bea cukai) New Zealand karena lupa bilang bawa sambel Belibis. Untungnya akhirnya dilepas juga, deg-degan karena takut didenda 400 dolar yang kalau dirupiahkan sekitar 4 juta. Pada intinya boleh bawa sambel Belibis, Indomie dan makanan cepat saji lainnya, tapi jangan lupa untuk declare.

Sesudah dilepas oleh petugas saya langsung  mengambil koper dan kemudian menelepon sewa mobil “Omega Rental Car” untuk di jemput di bandara. Tidak lama kemudian mobil jemputan datang dan kamipun diantarkan ke tempat dimana mobil berada, yippee mobilnya sudah siap. Kamipun segera masuk kedalam mobil sewaan dan langsung meluncur ke New World untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari, roti, keju, buah-buahan, roti, dan lainnya.

Setelah itu langsung menuju Aouraki Mount Cook Village dan tidak lupa untuk mampir di beberapa tempat di sepanjang jalan. Sampai di hotel jam sudah menunjukkan jam 10:30 malam, sudah larut ingin segera tidur namun melihat langit yang jernih sejernih jernihnya, tidur diurungkan dulu. Milky Way seperti memanggil saya untuk segera memfotonya.

Sebagai info Aoraki Mount Cook Village adalah salah satu tempat didunia yang sangat sedikit terkena dampak dari polusi cahaya. Jadi kalau cuaca lagi cerah dimalam hari, kamu bisa melihat Milky Way yang bertaburan bintang-bintang dengan jelas.

Selalu salut sama si bule, biarpun suasana liburan tetap saja selalu membaca. Lokasi: Danau Dunstan.

Sebuah keluarga dari Perancis yang sedang menikmati pemandangan. Lokasi: Lindis Valley.

Million Dollar Hotel, Lebih dari Hotel Bintang Lima. Lokasi: White Horse Hill, Mount Cook

Sekian dulu cerita singkatnya, besok pagi-pagi mau trekking di Hooker Valley jadi harus segera tidur dulu., bye…


LAPORAN LANGSUNG HARI KEDUA, ADUH TELAT BANGUN PAGI UNTUK TREKKING.

Sesuai rencana seharusnya dari jam 5 pagi saya sudah harus bangun, terus kemudian langsung trekking / jalan kaki ke tempat sasaran sebelum matahari terbit. Karena ini musim panas (summer) maka matahari baru terbit  jam 7. Tetapi apa daya baru bangun sekitar jam 7:30, kebablasan tidur karena malam sebelumnya tidur larut berburu foto Milky Way. Ditambah lagi handphone dalam keadaan silent, pantesan alarmnya tidak punyi. Bangun juga karena dibangunin.

Akhirnya baru sekitar jam jam 8:30 saya memulai jalan kaki di trek Hooker Valley yang menjadi bagian dari taman nasional Mount Cook. Kalau hanya sekedar jalan sih tidak masalah dimulai dari jam 8:30 pagi,  tapi bagi seorang photographer artinya kehilangan momen karena matahari sudah mulai meninggi. Tapi ya sudah langsung dimulai saja.

Orang-orang masih masih sedikit yang memulai trek ini, ini artinya keuntungan buat photographer. Bisa bebas mengambil gambar tanpa terganggu lalu lalang orang lewat. Total sekitar 3 jam kami memfoto trek ini dan alhamdulillah dapat beberapa momen bagus termasuk bantuin foto sepasang turis jepang. Nah ini yang paling suka karena bisa membantu orang dengan ilmu fotografi yang saya miliki.

Paling suka kalau dapet order amal buat motoin orang yang lagi liburan. Alasannya sederhana bisa membantu orang sesuai dengan ilmu yang saya miliki.

Salah satu titik favorit saya di trek ini.

LAPORAN LANGSUNG HARI KETIGA DARI NEW ZEALAND, “NYETIR HAMPIR 400 KM KESANA KEMARI MENCARI OBYEK FOTO”.

Hari ini cuaca di penginapan kami tidaklah bagus, hujan deras sejak pagi namun menjelang jam 10 hujan mulai mereda. Meskipun diguyur hujan dan juga kabut, tetap saja pemandangannya menakjubkan. Setelah selesai makan kami melanjutkan perjalanan menuju Thunder Creek Falls, yang kalau diartikan ke bahasa Indonesia menjadi Air Terjun Sungai Geledek, bingung ya? Saya juga bingung. Pada intinya Thunder Creek Falls adalah sebuah air terjun dengan ketinggian 96 meter. Dari parkiran mobil ke air terjun ini cuma butuh waktu 5 menit.

Tetapi sebelum sampai kesana, kami melewati danau Pukaki, Peternakan Salmon dan juga beberapa danau. Dari semua tempat yang sudah kami lewati, menurut saya sebuah kolam terpencil yang terletak di samping danau Pukaki layak mendapat peringkat tertinggi hari ini. Airnya jernih dan tidak banyak orang tahu padahal letaknya benar-benari di pinggir jalan. Kamipun bebas berfoto ria disana.

Kolam kecil di pinggir danau Pukaki

Air Terjun Sungai Gledek “Water Creek Thunder Falls”.

Danau Haweya difoto dari pinggir jalan.

Demikian laporan hari ini dengan total perjalanan hampir mencapai 400km, sampai ketemu lagi di laporan Langsung Hari Keempat.

LAPORAN LANGSUNG HARI KEEMPAT DARI NEW ZEALAND, “ADA LOOKOUT BAGUS DI CROWN RANGE”.

Kegiatan pagi itu dimulai dengan berkunjung ke salah satu lokasi sebuah pohon yang terkenal di danau Wanaka, namanya That Wanaka Tree. Menjadi unik karena hanya pohon ini yang berdiri didalam danau sementara yang lainnya berada di pinggir danau. Tidak heran karena keunikan posisinya pohon ini menjadi incaran para photographer. Benar saja ada turis yang sedang melakukan sesi foto disini, lengkap dengan gaunnya yang khusus.

Dari Wanaka ke Te Anau Down kami melewati sebuah tikungan tanjakan berkelok-kelok namanya Crown Range. Di Crown Range ada beberapa lokasi Lookout yang cukup baik untuk disinggahi karena bisa menikmati pemandangan dari ketinggian. Seperti dua orang turis ini yang sedang makan siang sambil duduk menikmati pemandangan. Setelah puas di Crown Range kamipun langsung menuju Te Anau Down.

Turis yang sedang melakukan sesi foto di That Wanaka Tree

Sepasang turis yang sedang makan siang di Crown Range.

Demikian laporan hari ini (seharusnya kemarin), sampai ketemu lagi di laporan Langsung Hari Kelima.

Rangkuman perjalanan selama 8 hari akan  dirangkum di link ini : https://goo.gl/vxVMi8

Mohon maaf kalau belum bisa menjawab pertanyaan atau komen karena keterbatasan waktu. Terima kasih….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *